Pastikan vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan terkini.
Konsultasikan kondisi anabul ke dokter hewan untuk memastikan vaksinasi rutin telah lengkap dan kondisi fisiknya dalam keadaan prima sebelum perjalanan jauh. Dari 38 provinsi di Indonesia, 26 provinsi teridentifikasi sebagai daerah endemis rabies. Maka dari itu, edukasi kepada masyarakat mengenai rabies dan langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil sangatlah penting.
Batasi interaksi dengan hewan yang tidak dikenal.
Saat tiba di lokasi tujuan, awasi interaksi hewan peliharaan dengan hewan lain untuk meminimalkan risiko cedera maupun paparan penyakit. Gunakan tali pengaman atau kandang portabel untuk meminimalkan risiko penyakit atau cedera.
Amati perubahan perilaku setelah perjalanan.
Amati kondisi hewan peliharaan selama beberapa hari setelah kembali ke rumah. Tanda seperti lemas, kehilangan nafsu makan, muntah, atau perilaku yang tidak biasa seperti menjadi lebih agresif dapat menjadi indikasi stres atau gangguan kesehatan yang perlu diperhatikan. Segera konsultasikan ke dokter hewan bila ada gejala abnormal.
Argho Das, President Director Boehringer Ingelheim Indonesia, menekankan pentingnya perawatan lanjutan, “Bagi pemilik hewan peliharaan, traveling adalah pengalaman yang menyenangkan, namun juga perlu diwaspadai karena dapat membawa potensi risiko kesehatan bagi hewan peliharaan. Namun, meningkatnya mobilitas dapat membuka peluang paparan terhadap berbagai risiko kesehatan, termasuk penyakit seperti rabies. Memastikan hewan peliharaan telah divaksinasi dengan lengkap serta dipantau kondisinya menjadi langkah penting untuk melindungi tidak hanya hewan, tetapi juga keluarga dan masyarakat luas.”
Rabies menelan ribuan nyawa setiap tahunnya di lebih dari 150 negara, di mana 40% korban adalah anak-anak di Asia dan Afrika. Meski demikian, penyakit ini 100% dapat dicegah melalui vaksinasi. Upaya pengendalian rabies dan penyelamatan nyawa di komunitas berisiko membutuhkan aksi kolektif yang diyakini dapat diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor.
Program Stop Rabies diluncurkan untuk memperkuat misi Boehringer Ingelheim dalam meningkatkan kesehatan hewan dan manusia. Pada 2023, program ini menargetkan edukasi bagi lebih dari 80.000 anak di seluruh dunia terkait rabies, pencegahan gigitan anjing, dan hidup harmonis dengan hewan. Di Indonesia, kampanye ini telah berjalan sejak 2022. Pada tahun 2025, program SD4G –Stop Rabies Education bersama Bali Animal Welfare Association (BAWA) telah menjangkau 12.356 siswa di 85 sekolah, melampaui target awal 10.000 peserta.
Upaya ini sejalan dengan target pemerintah melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk Indonesia bebas rabies pada 2030. Dengan vaksinasi rutin, persiapan matang, dan edukasi berkelanjutan, mudik Lebaran dapat menjadi momen aman dan menyenangkan, baik bagi keluarga maupun anabul kesayangan.

















































