6 Alasan Mojtaba Khamenei Dipilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran

4 hours ago 10

loading...

Mojtaba Khamenei dipilih sebagai pemimpin tertinggi Iran. Foto/X/@BullTheoryio

TEHERAN - Majelis Pakar Iran memilih putra Ali Khamenei, Mojtaba, sebagai pemimpin tertinggi baru negara itu. Pemilihannya menunjukkan bahwa rezim Iran, yang sedang berperang dengan AS dan Israel, telah memilih jalan konfrontatif.

Mojtaba Khamenei, lahir pada 8 September 1969 di Mashhad, adalah putra kedua Ali Khamenei, mantan pemimpin tertinggi Iran, yang tewas dalam serangan Israel pada 28 Februari. Majelis Pakar yang beranggotakan 88 orang menunjuknya sebagai pemimpin tertinggi Republik Islam yang baru pada 8 Maret, hanya lebih dari seminggu setelah perang sengit dengan AS dan Israel dimulai.

6 Alasan Mojtaba Khamenei Dipilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran

1. Tokoh Paling Berpengaruh di Iran

Melansir DW, Mojtaba sering digambarkan sebagai sosok yang penuh teka-teki dan, pada saat yang sama, salah satu tokoh paling berpengaruh di koridor kekuasaan Iran. Ia dikenal memiliki hubungan dekat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang kuat, yang diyakini banyak orang sebagai penentu kebijakan di negara tersebut.

Majelis Pakar Iran mendesak rakyat Iran untuk mendukung pemimpin yang baru terpilih dan "menjaga persatuan."

Namun, Mojtaba dipandang sebagai penerus warisan ayahnya dan pemerintahan garis keras. Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa penunjukan putra Khamenei akan "tidak dapat diterima," menambahkan bahwa pemimpin baru Iran pasti tidak akan "bertahan lama" jika penunjukan tersebut tidak dikoordinasikan dengan Washington.

"Mereka membuang-buang waktu. Putra Khamenei adalah orang yang tidak berpengaruh," kata Trump seperti dikutip oleh media AS Axios.

Menteri Pertahanan Israel pekan lalu mengatakan bahwa siapa pun yang dipilih sebagai pengganti Ali Khamenei akan menjadi "target untuk dieliminasi."

Read Entire Article
Prestasi | | | |