loading...
Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami peningkatan dalam beberapa pekan terakhir. Foto/Istimewa
JAKARTA - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami peningkatan dalam beberapa pekan terakhir. Meski demikian, status gunung api tersebut masih berada pada Level II (Waspada).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Lana Saria mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemantauan sejak awal Juni 2026, Gunung Anak Krakatau menunjukkan sejumlah gejala peningkatan aktivitas magmatik di permukaan.
Sejak 1 Juni 2026, Satelit Sentinel memperlihatkan adanya emisi gas SO2 dan anomali panas, serta pemunculan titik api di kawah sejak 10 Juni 2026. Gejala ini disertai dengan pemunculan asap dari kawah dengan intensitas cukup tinggi, dan peningkatan jumlah gempa yang berasosiasi dengan gempa vulkanik dangkal (Hembusan, Hybrid/Fase Banyak, dan Low Frequency) secara signifikan.
Baca Juga: BNPB: Rentetan Gempa di Selat Sunda Tak Terkait Gunung Anak Krakatau
"Dalam 2 hari terakhir (18 dan 19 Juni 2026), jumlah gempa Hembusan, Hybrid/Fase Banyak, dan Low Frequency meningkat drastis dengan rerata kejadian lebih dari 50 kali dalam setiap hari," ungkap Plt. Kepala Badan Geologi, Lana Saria dalam keterangan tertulisnya, Minggu (21/6/2026).


















































