loading...
Pemerintah Thailand mengambil langkah berani dengan menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar pada Selasa (21/4) di tengah krisis energi regional. FOTO/Thairath English
BANGKOK - Pemerintah Thailand dan Filipina mengambil langkah berani dengan menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar pada Selasa (21/4) di tengah krisis energi regional. Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga minyak global akibat konflik Timur Tengah.
"Kami tidak mengambil alih industri, bisnis, atau operasi apa pun. Yang lebih kami fokuskan adalah harga bagi konsumen," ujar Menteri Energi Filipina Sharon Garin dalam konferensi pers dikutip dari Thairath, Rabu (22/4/2026).
Baca Juga: Ironi Pajak Mobil Listrik, Insentif Dicabut di Tengah Lonjakan Harga BBM
Komite Pengelola Dana Energi Thailand menyetujui penurunan harga solar sebesar 1,20 baht per liter. Kebijakan ini langsung diterapkan oleh operator utama seperti PTT dan Bangchak, sehingga harga Solar B7 turun menjadi 41,70 baht per liter dan Solar B20 menjadi 34,70 baht per liter.
Otoritas energi Thailand menyebut penyesuaian harga tersebut mengikuti pelemahan harga solar global yang turun dari sekitar USD172 per barel menjadi USD155 dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah juga mengoptimalkan Dana Bahan Bakar Minyak untuk menyerap sebagian beban biaya demi menjaga stabilitas harga eceran.
Sementara itu, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. mengumumkan penurunan harga solar sebesar 24,94 peso per liter. Selain itu, harga bensin juga diturunkan 3,41 peso per liter dan minyak tanah sebesar 2,00 peso per liter sebagai bagian dari kebijakan darurat energi nasional.















































