loading...
JAKARTA - - Dugaan kekerasan seksual dan fisik mengguncang Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Federasi Panjat Tebing Indonesia . Seorang pelatih kepala diduga terlibat dalam kasus yang kini memasuki ranah hukum.
Para atlet korban tidak tinggal diam menyikapi persoalan tersebut. Mereka resmi melaporkan dugaan tindak kekerasan itu ke pihak kepolisian agar proses hukum berjalan sesuai ketentuan.
Ketua Umum FPTI, Yenny Wahid, menyebut peristiwa ini sebagai pukulan serius bagi dunia olahraga nasional. Kasus itu mencuat setelah delapan atlet menghadap langsung pada 28 Januari 2026 dan jumlah pelapor bertambah usai dibentuknya Tim Pencari Fakta (TPF).
Yenny menegaskan laporan dilakukan langsung oleh para atlet karena legal standing berada di tangan korban. FPTI memberikan dukungan penuh melalui pendampingan hukum dari Peradi dan LBH APIK.
"Beberapa atlet kami kemarin memutuskan untuk membuat pelaporan ke polisi. Atletnya yang lapor karena FPTI tidak bisa melapor )karena bukan korban langsung). Atlet membuat pelaporan, nanti akan dijelaskan secara lebih lengkap oleh pengacara pendamping dari para atlet," ujar Yenny dikutip dari keterangan resminya, Rabu (4/3/2026).

















































