Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital

3 hours ago 5

loading...

Pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA menyoroti kerusuhan pada Agustus 2025. Foto/istimewa

JAKARTA - Peristiwa kerusuhan yang terjadi pada Agustus 2025 memunculkan berbagai pertanyaan mengenai dinamika sosial dan politik di era digital. Peristiwa tersebut tidak hanya dapat dipahami sebagai ledakan kemarahan spontan, tetapi juga sebagai gejala perubahan sosial yang lebih luas.

Pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA menyebut, salah satu aspek yang banyak diperbincangkan adalah bagaimana sebuah peristiwa yang melibatkan warga biasa dapat memperoleh perhatian nasional dalam waktu singkat melalui media sosial. Penyebaran informasi yang cepat melalui berbagai platform digital memperlihatkan perubahan mendasar dalam cara masyarakat menerima, mengolah, dan merespons informasi.

"Fenomena tersebut mendorong perlunya meninjau kembali teori-teori sosial yang selama ini digunakan untuk menjelaskan gerakan protes dan kerusuhan sosial," ujar Denny JA, Selasa (16/6/2026).

Teori pertama yang relevan adalah Relative Deprivation yang dikembangkan Ted Robert Gurr. Dalam teori ini, ketidakpuasan sosial muncul ketika terdapat kesenjangan antara harapan masyarakat dan realitas yang mereka hadapi. Perasaan ketidakadilan menjadi faktor penting yang dapat mendorong lahirnya protes maupun konflik sosial.

Baca juga: 21 Terdakwa Kericuhan Demo Agustus 2025 Divonis 7 Bulan tapi Tak Perlu Jalani Pidana

Teori kedua adalah Resource Mobilization Theory yang dikembangkan John McCarthy dan Mayer Zald. Teori ini menekankan pentingnya organisasi, kepemimpinan, jaringan, dan sumber daya dalam keberhasilan suatu gerakan sosial.

Read Entire Article
Prestasi | | | |