loading...
Prof Dr Eighty Mardiyan Kurniawati berfoto bersama keluarga saat pengukuhan guru besar. Foto/Masdarul Kh.
SURABAYA - Prof Eighty, begitu biasa dipanggil. Menjadi dekan perempuan pertama di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair). Fakultas kedokteran tertua nomor dua di Indonesia, sekaligus fakultas yang termasuk membidani lahirnya Unair.
Bukan perjalanan pendek yang tiba-tiba membuat Prof Dr Eighty Mardiyan Kurniawati, dr, SpOG SubSp.Urogin-RE dipercaya sebagai pimpinan tertinggi Fakultas Kedokteran.
Baca juga: Cerita Quinsha Sammy, Berhasil Lolos SNBP 2026 di Unair pada Usia 16 Tahun
Perjalanan menjadi dosen di Unair dimulai sejak Januari 2005. Saat itu ia masih menjadi peserta didik PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis) semester 4.
"Saya dipanggil Ketua Departemen, Prof Lila Dewata beserta Prof Djoko Waspodo dan dr Hari Paraton. Beliau meminta saya untuk menjadi staf dosen dan mengikuti tes PNS yang sedang dibuka," cerita Eighty.
Salah satu kriterianya adalah karena IPK di atas 3 dan mempunyai prestasi. Prof Eighty, saat mahasiswa S1 tercatat sebagai Mahasiswa Berprestasi Unair yang sedianya akan mewakili di forum nasional pada 1998. Tapi saat itu forum dibatalkan karena maraknya demo reformasi.
Baca juga: Kisah Si Kembar Callista dan Carissa yang Lolos SNBP 2026 di Unair, Punya Pola Belajar Beda!


















































