Idul Adha dan Teror Data: Kita Berkurban atau Justru Jadi Korban?

1 week ago 28

loading...

Momentum Idul Adha bukan sekadar ritual, tapi pengingat untuk menjaga amanah digital dari incaran penjahat siber yang kian beringas. Foto: Gemini

JAKARTA - Idul Adha mengajarkan nilai fundamental: pengorbanan yang dilakukan secara sadar. Hewan kurban disembelih bukan karena dipaksa, melainkan atas dasar keikhlasan.

Pertanyaannya, saat data pribadi kita bocor atau rekening dikuras penipu, apakah itu pengorbanan yang sadar? Atau kita sebenarnya hanya menjadi korban?

Hal tersebut diungkap oleh Pratama Persadha, Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC. Menurut Pratama, saat ini warganet sedang berada di zona bahaya.

Sepanjang 2025 hingga pertengahan 2026, Indonesia terus diguncang kebocoran data.

 Kita Berkurban atau Justru Jadi Korban?

Data 240 juta penduduk Indonesia dikabarkan diperjualbelikan di dark web. Sektor keuangan jadi yang paling empuk. BSSN mencatat ada 5,2 miliar anomali trafik sepanjang 2025.

“Modusnya makin canggih. Bukan lagi sekadar phishing klasik, tapi sudah masuk ke deepfake berbasis AI,” ungkapnya.

Read Entire Article
Prestasi | | | |