loading...
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok tajam pada penutupan sesi I perdagangan Rabu (3/6/2026). FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok tajam 4,49% ke level 5.889 pada penutupan sesi I perdagangan Rabu (3/6/2026), menembus batas psikologis 6.000. Pelemahan ini dipicu kombinasi sentimen eksternal dan domestik yang membebani pasar keuangan nasional.
“Potensi kenaikan BI Rate masih terbuka di tengah risiko peningkatan inflasi dan berlanjutnya depresiasi rupiah. Tren kenaikan suku bunga berpotensi menjadi sentimen negatif bagi pasar saham,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Rabu (3/6/2026).
Baca Juga: Rupiah Ambruk Tembus Rp17.900, IHSG Tiba-tiba Anjlok 2,35%
Sepanjang sesi I, tekanan jual mendominasi pasar dengan sebanyak 752 saham melemah, 169 saham stagnan, dan hanya 38 saham yang menguat. Koreksi tajam ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi.
Dari sisi domestik, sentimen negatif datang dari keputusan Moody's Ratings yang menetapkan outlook negatif terhadap PT Danantara Investment Management, meski tetap mempertahankan peringkat pada level Baa2.


















































