Indonesia Bakal Ciptakan BBM Baru E20, Butuh 4 Juta KL Etanol per Tahun

17 hours ago 30

loading...

ESDM memetakan kebutuhan etanol hingga 4 juta KL per tahun untuk mendukung implementasi BBM jenis E20. FOTO/iStock Photo

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memetakan kebutuhan etanol hingga 4 juta kiloliter (KL) per tahun untuk mendukung implementasi bahan bakar minyak (BBM) jenis E20. Program tersebut disiapkan sebagai langkah mengurangi ketergantungan impor bensin sekaligus memperkuat industri bioenergi nasional.

Pemerintah menargetkan pencampuran 20% etanol ke dalam bensin melalui Program E20, sejalan dengan pengembangan biodiesel yang sebelumnya berkembang dari B10 hingga B50 pada sektor solar.

"Untuk mengurangi impor yang tersisa 20 juta kiloliter maka kita akan menerapkan Program E20 yang idenya berangkat dari kesuksesan Program B10 hingga B50," ujar Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam keterangan tertulis, Senin (29/6/2026).

Baca Juga: Dicampur ke BBM, Bahlil Buka Peluang Impor Etanol dari AS

Bahlil mengatakan kebutuhan bensin nasional saat ini mencapai sekitar 40 juta KL per tahun. Sementara kapasitas produksi dalam negeri baru sekitar 14,3 juta KL per tahun sehingga Indonesia masih harus mengimpor sekitar 25 juta KL bensin.

Menurut dia, kebutuhan impor tersebut akan berkurang setelah Kilang Balikpapan mulai beroperasi penuh pada Januari 2026 dengan tambahan kapasitas produksi bensin sebesar 5,5 juta KL per tahun. Dengan tambahan itu, impor bensin diperkirakan turun menjadi sekitar 20 juta KL per tahun.

Read Entire Article
Prestasi | | | |