loading...
Iran klaim memiliki tiga poin kemenangan dalam negosiasi. Foto/X
TEHERAN - Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf yang juga pemimpin tim negosiator Iran di mengklaim negaranya meraih banyak kemenangan dalam negosiasi dengan AS. Salah hal paling penting adalah pembebasan aset yang dibekukan oleh AS dan sekutunya.
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
1. Pencairan Aset yang Dibekukan
Ia mengkonfirmasi pelepasan dua tahap dana beku senilai USD6 miliar (Rp107 triliun) dengan total USD12 miliar (Rp214 triliun) dan mengatakan sanksi terhadap sektor minyak Iran tetap berlaku karena kesepakatan akhir belum tercapai. “Oleh karena itu, kami perlu mendapatkan pengecualian agar kami dapat menjual minyak kami dan melakukan kegiatan perbankan kami… Pengecualian ini sekarang telah diperoleh, dan perjanjian terkait telah ditandatangani.”
Dalam sebuah wawancara dengan media pemerintah, Ghalibaf berbicara secara rinci tentang aset beku Iran dan ekspor minyak.
Ia berbicara tentang Pasal 11 MoU [yang berkaitan dengan pelepasan dana beku Iran] dan mengatakan ada dua jumlah terpisah sebesar USD6 miliar yang akan dilepaskan. Ia mengatakan bahwa pengaturan awal telah dilakukan selama kunjungan ke Qatar dan penandatanganan akhir berlangsung selama kunjungan ke Swiss.
Mengenai Pasal 10, yang menyangkut penjualan minyak mentah, petrokimia dan turunannya, serta perbankan, asuransi dan transportasi, ia mengatakan bahwa sanksi minyak juga telah dicabut hingga kesepakatan akhir tercapai.


















































