Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan

2 hours ago 7

loading...

Kapal-kapal menunggu untuk melewati Selat Hormuz. Foto/mena

DOHA - Pemilik kapal tidak akan melanjutkan pelayaran melalui Selat Hormuz selama beberapa pekan hingga mereka yakin perjanjian Amerika Serikat-Iran itu bermakna. Perkiraan itu diungkap Jotaro Tamura, CEO operator tanker terbesar di dunia, Mitsui O.S.K. Lines (MOL).

"Yang harus terwujud bukanlah sekadar perjanjian sederhana antara negara-negara terkait, tetapi harus bersifat material dan diterjemahkan ke dalam situasi nyata di Selat Hormuz, sehingga perusahaan pelayaran dapat merasa nyaman untuk melewatinya... Mengingat pengalaman dalam beberapa bulan terakhir, saya pikir masuk akal untuk berasumsi mungkin akan memakan waktu setidaknya beberapa pekan atau bahkan sebulan," ungkap Tamura.

Tamura telah memperingatkan banyak operator akan menunggu sebelum melanjutkan pelayaran melalui selat tersebut, meskipun ada perjanjian AS-Iran, lapor surat kabar tersebut.

Pada hari Senin, MOL mengatakan pengumuman AS tidak mengubah pandangan CEO mereka.

Tamura mencatat sejak pecahnya konflik di Timur Tengah pada akhir Februari, telah ada beberapa upaya yang tidak berhasil untuk membuka kembali jalur air tersebut.

Read Entire Article
Prestasi | | | |