Peran Kecerdasan Buatan di Militer AS saat Pecahnya Perang Iran- Israel

5 hours ago 7

loading...

LONDON - Penggunaan AI Claude oleh AS dalam operasi di Venezuela dan Iran, yang kemudian diikuti dengan peralihan ke OpenAI karena perbedaan kebijakan keamanan, menunjukkan ambisi AS untuk mempercepat penerapan AI di bidang militer.

Laporan terbaru mengungkapkan bahwa chatbot Anthropic, Claude, membantu militer AS dalam operasi penangkapan pemimpin Venezuela Nicolás Maduro pada bulan Januari, serta dalam persiapan operasi yang menargetkan mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Pakar Heidy Khlaaf dari AI Now Institute menyatakan keterkejutannya atas penerapan yang begitu cepat ini. Ia memperingatkan bahwa model bahasa skala besar masih memiliki kekurangan dan dapat menghasilkan hasil yang tidak akurat, sehingga menimbulkan keraguan tentang kesiapan AI di lingkungan berisiko tinggi.

Strategi 'AI First' dan anggaran miliaran dolar.

Berbicara kepadaEuronews, para ahli mengungkapkan bahwa AS telah menggunakan berbagai bentuk teknologi otomatisasi di militernya sejak tahun 2010-an.

Ini telah menjadi area fokus utama bagi banyak presiden, termasuk pendahulu Donald Trump, Barack Obama dan Joe Biden.

Menurut Elke Schwarz, Profesor TeoriPolitikdi Queen Mary University di London (Inggris), model AI awal terutama digunakan untuk logistik, pemeliharaan, atau penerjemahan.

Namun, di bawah masa jabatan kedua Trump, AS mempercepat adopsi model kecerdasan buatan generatif seperti ChatGPT dari OpenAI atau Claude dari Anthropic dalam perlombaan senjata AI untuk melawan negara-negara saingan.

Read Entire Article
Prestasi | | | |