Rupiah Tembus Rp17.930 per Dolar AS, Risiko Impor Minyak Makin Besar

3 days ago 17

loading...

Nilai tukar rupiah bergerak melemah tajam hingga menembus level Rp17.930 per dolar AS. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Nilai tukar rupiah bergerak melemah tajam hingga menembus level Rp17.930 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu siang. Depresiasi mata uang Garuda ini dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah dunia yang berimplikasi pada membengkaknya kebutuhan valuta asing untuk membiayai impor energi nasional.

"Kita melihat bahwa kenaikan harga minyak mentah ini membuat permintaan dolar cukup tinggi, terutama untuk impor minyak yang begitu besar," ujar pengamat pasar uang Ibrahim Assu'aibi dalam analisisnya, Rabu (3/6/2026).

Ibrahim menjelaskan, eskalasi konflik yang terus berlanjut di kawasan Timur Tengah menjadi motor utama di balik melesatnya harga minyak global. Situasi tersebut memaksa pemerintah domestik merogoh kocek valuta asing, khususnya dolar AS, dalam jumlah yang jauh lebih besar guna merampungkan transaksi impor komoditas energi demi memenuhi kebutuhan di dalam negeri.

Baca Juga: Rupiah Ambruk Tembus Rp17.900, IHSG Tiba-tiba Anjlok 2,35%

Berdasarkan data perdagangan terkini, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) merangkak naik ke posisi 94,77 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah standar dunia jenis Brent juga melambung tinggi hingga menyentuh level 96,72 dolar AS per barel, yang secara langsung memperberat neraca pembayaran nasional.

Selain faktor beban impor energi, tekanan terhadap mata uang domestik kian diperparah oleh sentimen kebijakan moneter ketat dari AS. Lonjakan harga energi di negara paman sam tersebut diperkirakan bakal mengerek inflasi, sehingga mendorong Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi.

Read Entire Article
Prestasi | | | |