loading...
Selat Malaka yang terletak di antara Malaysia dan Pulau Sumatera merupakan salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia sama pentingnya seperti Terusan Suez atau Terusan Panama. Foto: Anadolu
JAKARTA - Pergerakan kapal perang Amerika Serikat (AS) di wilayah Indonesia melalui Selat Malaka terus dipantau TNI AL. Kenapa Selat Malaka sebagai jalur pelayaran dunia begitu strategis? Berikut ulasannya.
Akhir-akhir ini, aktivitas kapal perang asing di perairan Selat Malaka menuntut Indonesia meningkatkan kewaspadaan, termasuk kemunculan kapal perang AS. Berdasarkan hasil pemantauan sistem Automatic Identification System (AIS), kapal perang AS USS Miguel Keith terdeteksi berada di perairan timur Belawan, Sabtu (18/4/2026).
Baca juga: Iran Mulai Senggol Selat Malaka, Sebut Respons Reaksi Berantai dari Selat Hormuz
Diduga pergerakan kapal perang AS terkait operasi perburuan kapal tanker Iran. Namun, pihak TNI AL memastikan situasi tetap terkendali dan menegaskan aktivitas tersebut tidak mengganggu stabilitas keamanan di wilayah perairan Indonesia.
“Menanggapi kapal asing yang melintas di Selat Malaka bahwa hak kapal termasuk kapal perang yang melintas di perairan tersebut merupakan Hak Lintas Transit (Transit Passage) pada strait user for international navigation atau selat yang digunakan untuk pelayaran internasional,” kata Kadispenal Laksamana Pertama Tunggul dikutip, Minggu (19/4/2025).
“Pelayaran semata-mata untuk tujuan transit yang terus menerus, langsung, dan secepat mungkin antara satu bagian laut lepas atau ZEE dan bagian laut lepas atau ZEE lainnya, hal tersebut berdasarkan Pasal 37, 38 dan 39 pada UNCLOS 1982,” sambungnya.
















































