Solidaritas BRICS Retak di Tengah Perang Iran vs AS-Israel, Anggota Saling Bombardir

3 hours ago 4

loading...

Presiden Rusia Vladimir Putin saat bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di sela-sela KTT BRICS di Kazan pada 23 Oktober 2024. FOTO/MEA

NEW DELHI - Aliansi BRICS hingga kini belum mengeluarkan pernyataan kolektif terkait serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran yang telah berlangsung selama sepekan terakhir. Keheningan organisasi di bawah kepemimpinan India ini dinilai para analis mengungkap batasan ambisi blok tersebut dalam membentuk ulang tatanan global.

"Tidak ada kelas penguasa BRICS yang akan membantu Iran, sementara pada saat yang sama, kepentingan kelas mereka ada pada kemakmuran Israel," ujar Direktur Centre for Social Change di University of Johannesburg, Patrick Bond, dikutip dari Middle East Eye, Selasa (10/3/2026).

Baca Juga: Sepekan Perang Melawan Iran, AS Sudah Tekor Rp102 Triliun

Kondisi saat ini sangat kontras dengan periode Juni 2025 di bawah kepemimpinan Brasil, saat BRICS dengan cepat mengutuk serangan terkoordinasi AS-Israel sebagai pelanggaran hukum internasional. Namun, sejak Operasi Epic Fury dimulai pada 28 Februari 2026 yang menewaskan lebih dari 1.230 orang, organisasi tersebut tetap diam meski Iran merupakan salah satu anggota BRICS.

Read Entire Article
Prestasi | | | |