Trump Akui Terkejut Ternyata Iran Berani Serang Negara-negara Timur Tengah

3 hours ago 6

loading...

Kompleks Kedutaan AS di Riyadh, Arab Saudi, menjadi salah satu target serangan balasan Iran. Foto/Republic World

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku sangat terkejut karena Iran berani menyerang negara-negara Timur Tengah sekutu Washington setelah perang pecah 28 Februari. Teheran menegaskan, militernya bukan bermaksud menyerang negara-negara tetangga, melainkan membalas agresi dengan menargetkan pangkalan militer dan kepentingan Amerika di kawasan tersebut.

Target-target serangan balasan Iran antara lain Pangkalan Udara Al-Dhafra di Uni Emirat Arab (UEA), Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar, Markas Armada Kelima AS di Manama, Bahrain, Pangkalan Udara Al-Salem di Kuwait, Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi, dan Pangkalan Al-Harir di Erbil, Irak.

Baca Juga: 7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS dan Israel Seenaknya Mengebom Iran

Sedangkan target serangan balasan langsung Iran yang terus berlangsung adalah wilayah Israel.

Trump menngatakan sekutu AS di Timur Tengah "sangat hebat". "Mereka ditembak secara tidak perlu. Saya sangat terkejut," katanya, seperti dikutip dari NBC News, Senin (16/3/2026).

"Itu adalah kejutan terbesar yang saya alami dari keseluruhan hal ini," paparnya.

Perang dimulai pada 28 Februari ketika AS dan Israel melakukan serangan udara gabungan terhadap Iran yang menewaskan banyak orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu; Ayatollah Ali Khamenei. Iran langsung membalas dengan menembakkan rentetan rudal dan drone ke Israel dan pangkalan-pangkalan AS di seluruh Timur Tengah. Perang hingga hari ini telah memasuki hari ke-15.

Read Entire Article
Prestasi | | | |