Trump Sesumbar Perang dengan Iran Segera Berakhir, Harga Minyak Terjun Bebas

3 hours ago 5

loading...

Kapal-kapal komersial berlabuh di lepas pantai Uni Emirat Arab akibat gangguan navigasi di Selat Hormuz, Dubai pada 2 Maret 2026. FOTO/Anadolu

NEW YORK - Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan tajam pada perdagangan Selasa (10/3) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan sinyal kuat akan berakhirnya konflik dengan Iran. Melemahnya harga minyak terjadi di tengah harapan pasar terhadap pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur logistik energi paling krusial di dunia yang sempat lumpuh total.

"Saya yakin perang ini sudah sangat lengkap, hampir selesai," ujar Trump dalam wawancaranya bersama CBS News.

Baca Juga: Perang Memanas, Rudal dan Drone Iran akan Targetkan Kapal-kapal AS di Selat Hormuz

Pernyataan tersebut seketika mengubah sentimen pasar dari kekhawatiran pasokan menjadi optimisme deeskalasi di Timur Tengah. Penurunan ini mengakhiri tren penguatan harga yang terjadi selama beberapa hari terakhir.

Mengutip Reuters, harga minyak jenis Brent merosot sekitar 11% setelah para pelaku pasar mulai melepas premi risiko geopolitik yang sebelumnya diperkirakan mencapai USD18 per barel. Selain faktor diplomasi, rencana Trump untuk melonggarkan sanksi minyak Rusia dan melepaskan cadangan darurat turut menjadi penekan harga di pasar global.

Krisis yang telah memasuki minggu kedua ini sebelumnya sempat mengganggu sekitar 20% pasokan minyak dunia dan pangsa pasar gas alam cair (LNG) global. Blokade dimulai menyusul serangan terkoordinasi AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu melalui operasi militer bertajuk "Operation Epic Fury". Menanggapi hal itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran sempat menutup jalur pelayaran dan menyerang kapal-kapal yang melintas.

Read Entire Article
Prestasi | | | |