loading...
Presiden Donald Trump tiba-tiba mengurungkan niatnya untuk mengerahkan pasukan darat Amerika Serikat ke Iran. Foto/White House
WASHINGTON - Presiden Donald Trump tiba-tiba mengurungkan niatnya untuk mengerahkan pasukan darat Amerika Serikat (AS) ke Iran. Perubahan sikap ini terjadi hanya beberapa hari setelah dia menyatakan berencana mengerahkan pasukan darat untuk mengamankan stok uranium yang diperkaya dari situs nuklir Isfahan, Iran.
Dalam sebuah wawancara dengan New York Post pada hari Senin (9/3/2026), Trump meremehkan gagasan awalnya. "Kami belum membuat keputusan apa pun tentang itu. Kami masih jauh dari itu," katanya.
Baca Juga: Trump: Perang Iran Hampir Selesai, AS Pertimbangkan Ambil Alih Selat Hormuz
Trump mengatakan kepada The New York Post pada Senin pekan lalu bahwa dia tidak akan mengesampingkan pengerahan pasukan darat ke Iran jika diperlukan.
“Saya tidak ragu-ragu untuk mengirim pasukan darat—seperti yang dikatakan setiap presiden, ‘Tidak akan ada pasukan darat'. Saya tidak mengatakannya,” kata Trump pada hari itu.
“Saya mengatakan ‘mungkin tidak membutuhkannya' [atau] ‘jika diperlukan'," lanjut dia.
Menteri Perang Pete Hegseth sebelumnya mengatakan pada konferensi pers Pentagon bahwa saat ini tidak ada pasukan Amerika di tanah Iran, meskipun dia juga tidak mengesampingkan kemungkinan pengerahan pasukan darat seperti yang disampaikan Trump.
“Presiden Trump memastikan musuh kita memahami bahwa kita akan bertindak sejauh yang diperlukan untuk memajukan kepentingan Amerika. Tapi kita tidak bodoh dalam hal ini,” kata Hegseth.


















































