1 Miliar Barel Minyak Terguncang Selat Hormuz, Dunia Terancam Resesi

5 hours ago 5

loading...

Gangguan pasokan minyak global akibat penutupan Selat Hormuz diperkirakan telah mencapai 1 miliar barel mulai menekan keseimbangan pasar energi global. FOTO/AP

JAKARTA - Gangguan pasokan minyak global akibat penutupan Selat Hormuz diperkirakan telah mencapai 1 miliar barel mulai menekan keseimbangan pasar energi global. Para pelaku pasar memperingatkan, tanpa pembukaan jalur tersebut, penurunan permintaan minyak secara signifikan tidak terhindarkan.

"Permintaan mulai tergerus di sektor-sektor yang tidak langsung terlihat di pusat harga. Penyesuaian ini sudah terjadi, dan jika kondisi berlanjut, dampaknya akan semakin besar," ujar Kepala Ekonom Trafigura Group, Saad Rahim dikutip Yahoo Finance dari Bloomberg, Senin (27/4/2026).

Seiring memasuki pekan kesembilan penutupan Selat Hormuz, pasokan minyak global diperkirakan turun 10%. Untuk menyeimbangkan kondisi tersebut, konsumsi diproyeksikan harus menyesuaikan melalui kenaikan harga yang menekan daya beli atau intervensi pemerintah dalam bentuk pembatasan penggunaan energi.

Sejumlah negara maju saat ini masih mampu menahan gejolak dengan memanfaatkan cadangan energi strategis. Namun, langkah ini dinilai hanya bersifat sementara karena stok darurat global mulai menipis setelah pelepasan ratusan juta barel sejak konflik memuncak pada akhir Februari.

Dampak awal terlihat pada sektor industri yang sangat bergantung pada energi, seperti petrokimia di Asia dan Timur Tengah, serta distribusi gas minyak cair (LPG) di India. Kini, tekanan mulai merambah ke sektor yang lebih luas, termasuk transportasi dan konsumsi rumah tangga.

Read Entire Article
Prestasi | | | |