3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS

4 hours ago 8

loading...

Provinsi Alberta ingin tinggalkan Kanada. Foto/X/RT

OTTAWA - Alberta yang merdeka dapat mengubah pasar energi Amerika Utara, memperluas produksi minyak dan memperkuat keamanan energi AS selama beberapa dekade.

Alberta yang dikenal sebagai Texas-nya Kanada mengancam untuk berpisah, dan pada akhirnya dapat menjadi negara bagian ke-51, dengan dampak serius pada berapa banyak uang yang dibayarkan warga Amerika untuk bensin. Gagasan tentang provinsi raksasa energi Alberta yang meninggalkan Kanada beralih dari sekadar slogan menjadi kenyataan karena penyelenggara mengatakan mereka telah mengumpulkan lebih dari 300.000 tanda tangan untuk referendum untuk meninggalkan Kanada.

Itu hampir dua kali lipat jumlah tanda tangan yang dibutuhkan, memicu pemungutan suara pada bulan Oktober di mana warga Alberta dapat memutuskan apakah akan meninggalkan Kanada, bersama dengan serangkaian pertanyaan lain, seperti identitas pemilih dan pembatasan kesejahteraan bagi migran, yang telah membanjiri Kanada dalam beberapa tahun terakhir. Menurut pasar prediksi Kalshi, peluang kemerdekaan sekarang adalah 1 banding 4, naik dari 1 banding 10 pada Desember lalu.


3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS

1. Kekayaan Minyak Alberta dan Politik Konservatif Memicu Gerakan Kemerdekaan

Mengapa warga Alberta ingin memisahkan diri? Dan mengapa gerakan ini semakin kuat? Karena Alberta pada dasarnya adalah apa yang terjadi jika Texas menikahi Wyoming dan kemudian terjebak dalam seminar Sumber Daya Manusia yang dijalankan oleh Ottawa.

Yang lebih penting, Alberta adalah provinsi terkaya di Kanada, berkat sekitar 160 miliar barel minyak, atau sekitar tiga kali lipat cadangan seluruh Amerika Serikat. Itu akan menjadikan Alberta sebagai cadangan minyak terbesar keempat di dunia, tepat di belakang Arab Saudi.

Read Entire Article
Prestasi | | | |