7 Tahun Warga Mengungsi, Leri Gwijangge Desak Pemerintah Akhiri Krisis Kemanusiaan di Nduga

7 hours ago 8

loading...

Anggota DPRD Kabupaten Nduga dari Partai Perindo, Leri Gwijangge, mendesak pemerintah kabupaten, provinsi hingga pusat segera menyusun langkah terpadu untuk mengakhiri krisis kemanusiaan di Nduga. Foto/SindoNews

JAKARTA - Sebanyak 10.272 warga Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan masih hidup dalam pengungsian sejak pecahnya konflik pada 2 Desember 2018. Setelah lebih dari tujuh tahun, para pengungsi belum mendapat penanganan serius, sementara upaya pemulangan dan pemulihan kehidupan mereka belum juga terwujud.

Anggota DPRD Kabupaten Nduga dari Partai Perindo, Leri Gwijangge, mendesak pemerintah kabupaten, provinsi hingga pusat segera menyusun langkah terpadu untuk mengakhiri krisis kemanusiaan yang berkepanjangan tersebut.

Data yang dihimpun menunjukkan para pengungsi asal Nduga saat ini berada di Wamena dan Kwiyawagi. Sementara total pengungsi internal di seluruh Tanah Papua mencapai 122.931 jiwa. Persoalan tersebut kembali disorot Leri bertepatan dengan momentum Hari Pengungsi Sedunia yang diperingati setiap 20 Juni.

Baca juga: Partai Perindo Perkuat Akar Rumput di Yalimo, Kader Didorong Turun ke Masyarakat

“Selamat Hari Pengungsi Sedunia bagi masyarakat yang terdampak konflik bersenjata di Kabupaten Nduga dan kabupaten-kabupaten lain di Tanah Papua. Sejak 2 Desember 2018 hingga kini, masyarakat saya, keluarga saya, orang tua, saudara-saudara, anak-anak, masih hidup dalam pengungsian,” ujar Leri Gwijangge, Senin (22/6/2026).

Read Entire Article
Prestasi | | | |