loading...
Aktivis Papua l, Charles Kossay mengutuk kekerasan yang dilakukan TPNPB di Tambrauw, Papua Barat Daya, dan Grasberg, Tembagapura, pada 8 dan 11 Maret 2026. Foto/Ilustrasi/Dok.SindoNews
TAMBRAUW - Aktivis Papua l, Charles Kossay mengutuk kekerasan yang dilakukan kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) terhadap pos KSTP Kodap XXXIII/Rumana di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya, dan di Grasberg, Tembagapura, pada 8 dan 11 Maret 2026. Sebab, kedua insiden tersebut mengakibatkan dua warga sipil meninggal dunia.
Charles yang juga Sekretaris MPSI ini, menilai tindakan tersebut merupakan bentuk kekerasan yang tidak dapat dibenarkan karena telah mengorbankan masyarakat sipil yang tidak memiliki keterlibatan dalam konflik bersenjata.
Baca juga: Sebelum Bakar Pesawat MAF, TPNPB OPM Todong Pilot dan Umbar Tembakan di Bandara
"Peristiwa ini sangat memprihatinkan karena korban adalah warga sipil dan juga orang asli Papua yang bekerja untuk melayani masyarakat di daerahnya sendiri. Kekerasan seperti ini hanya memperpanjang penderitaan masyarakat Papua," ujarnya, Jumat (13/3/2026).


















































