Anggaran Keselamatan KAI Disorot Usai Tragedi Tabrakan di Bekasi

3 hours ago 6

loading...

Akuntabilitas belanja KAI dipertanyakan peruntukkannya dalam memastikan kesiapan armada dan menunjang teknis operasional yang menjamin keselamatan penumpang. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Akuntabilitas belanja PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dipertanyakan peruntukkannya dalam memastikan kesiapan armada dan menunjang teknis operasional yang menjamin keselamatan penumpang. Sorotan soal anggaran digunakan untuk apa saja mencuat seiring berulang kali kecelakaan, seperti tragedi tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan commuter line lintas Cikarang di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.

"Keselamatan tidak boleh menjadi biaya tambahan. Ia harus menjadi inti dari seluruh keputusan bisnis. Publik perlu tahu apakah investasi untuk sistem proteksi otomatis, modernisasi sinyal, pelatihan darurat, inspeksi jalur, dan pengamanan perlintasan sebidang sudah memadai," kata pakar kebijakan publik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat saat dihubungi SindoNews, Selasa (28/4/2026).

Baca Juga: Breaking News! KRL Commuter Line Kecelakaan di Bekasi Timur

Achmad menekankan soal kecelakaan besar jarang disebabkan satu faktor tunggal sehingga setiap penunjang operasional termasuk sistem keselamatan mesti disoroti. Parameter soal komunikasi yang terlambat, sinyal tidak cukup protektif, prosedur darurat tidak berjalan, atau sistem kendali tidak memberi pagar pengaman berlapis menjadi rangkaian yang tak bisa diminta pertanggungjawaban dari pihak KAI. "Publik tidak boleh disuguhi jawaban sempit bahwa insiden hanya akibat gangguan di perlintasan atau kesalahan satu petugas," kata Achmad.

Read Entire Article
Prestasi | | | |