Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor

2 hours ago 6

loading...

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengambil sejumlah langkah regulasi untuk membantu industri farmasi menekan biaya produksi di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Kebijakan tersebut ditempuh guna menjaga stabilitas harga obat dan memastikan masyarakat tetap memperoleh akses terhadap obat yang aman, bermutu, dan terjangkau.

"BPOM tidak bisa mengendalikan nilai tukar rupiah, tetapi BPOM bisa mengambil langkah-langkah regulasi untuk membantu industri farmasi menekan biaya produksi. Tujuan akhirnya adalah menjaga agar harga obat tetap terkendali dan masyarakat tetap terlindungi," ujar Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam keterangan tertulis, Jumat (12/6/2026).

Baca Juga: Prabowo Komitmen Sediakan Obat Murah Agar Bisa Diakses Masyarakat

Menurut Taruna, pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan biaya produksi industri farmasi nasional yang hingga kini masih bergantung pada impor bahan baku obat. Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada kenaikan harga obat apabila tidak diantisipasi sejak dini.

Read Entire Article
Prestasi | | | |