AS Kendalikan Cadangan Minyak Venezuela 65 Miliar Barel Senilai Rp1.775 Triliun

2 hours ago 3

loading...

Sebuah obor gas menyala di kilang Cardon, di Punta Cardon, Venezuela, 6 Mei 2026. FOTO/Reuters

WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) dan Venezuela menyepakati kerja sama pengembangan sektor minyak yang mencakup cadangan lebih dari 65 miliar barel dengan potensi investasi USD100 miliar atau setara Rp1.775 triliun. Presiden AS Donald Trump menyebut kesepakatan tersebut sebagai transaksi minyak terbesar dalam sejarah dan mengklaim dapat meningkatkan pasokan energi AS sekaligus menekan harga bahan bakar minyak.

"Transaksi bersejarah ini lebih dari menggandakan cadangan minyak Amerika, sangat meningkatkan pasokan minyak kami, dan secara substansial menurunkan harga bensin bagi seluruh warga Amerika," kata Trump melalui unggahan di Truth Social, dikutip dari Euronews, Minggu (30/8/2026).

Baca Juga: Trump Klaim Gandakan Cadangan Minyak AS melalui Kesepakatan dengan Venezuela

Presiden AS Donald Trump mengumumkan, pihaknya akan terus mengendalikan mayoritas cadangan minyak di Venezuela. Penjabat Presiden Venezuela Delcy Rodríguez kemudian mengonfirmasi kesepakatan tersebut dan menyebutnya sebagai kerja sama bersejarah. Menurut Rodríguez, kesepakatan itu mencakup pengembangan 17 ladang strategis dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai USD100 miliar serta potensi penerimaan pajak bagi negara Venezuela lebih dari USD209 miliar.

Trump selama ini secara terbuka menyatakan keinginannya agar perusahaan-perusahaan AS mendapatkan akses lebih besar terhadap sumber daya minyak Venezuela. Ia juga telah mendorong perusahaan minyak AS untuk meningkatkan investasi di negara Amerika Selatan tersebut yang memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia.

Read Entire Article
Prestasi | | | |