Atap Terbuka, Harga Rp5,1 Miliar: Mengapa Ferrari Amalfi Spider 2026 Lebih Menggoda dari Pendahulunya?

3 hours ago 3

loading...

Pesona Ferrari Amalfi Spider 2026 yang menanggalkan atap kerasnya, menawarkan kombinasi desain elegan grand tourer dengan buasnya mesin V8 rancangan Maranello. Foto: Ferrari

ITALIA - Membeli supercar kelas atas kini bukan lagi sekadar soal atap yang tertutup rapat demi mengejar aerodinamika maksimal di sirkuit. Tapi, lebih kepada kebebasan menikmati embusan angin dengan performa buas.

Paradigma bertolak belakang inilah yang ditawarkan oleh Ferrari Amalfi Spider 2026, grand tourer (GT) beratap kain lipat yang hadir menggantikan posisi model Roma di lini produksi Maranello.

Langkah Ferrari mempercepat kehadiran versi Spider (atap terbuka) setelah meluncurkan versi Coupe (atap keras) pada musim panas lalu adalah hal logis. Konsumen modern di segmen ini menginginkan fleksibilitas: mobil yang sanggup diajak santai menyusuri pantai, namun tetap memiliki DNA balap yang kental untuk bersaing dengan Porsche 911 Turbo Cabriolet dan Aston Martin Vantage Roadster.

Logika di Balik Desain Atap dan Sasis

 Mengapa Ferrari Amalfi Spider 2026 Lebih Menggoda dari Pendahulunya?

Struktur atapnya didesain khusus. Foto: Ferrari

Perbedaan paling fundamental antara Amalfi Spider dan model sebelumnya terletak pada struktur atap dan aerodinamikanya. Mengubah mobil atap keras menjadi atap terbuka biasanya mengorbankan kekakuan bodi.

Sederhananya, tanpa atap, mobil bisa terasa "leyot" saat bermanuver tajam. Untuk mengakalinya, insinyur Ferrari memperkuat sasis bawah. Kompensasinya, bobot kering mobil bertambah sekitar 86 kg dibanding versi coupe, sehingga total beratnya kini menyentuh 1.556 kg.

Namun, bintang utamanya adalah atap kain mekanis berteknologi kinematik "Z-fold". Sistem ini dirancang untuk melipat dengan sangat ringkas hingga ketebalan di bawah 9 inci (220 mm) saja.

Read Entire Article
Prestasi | | | |