Baru 27% Pekerja RI Punya Keterampilan Digital, Menaker: Jauh di Bawah Standar Global

4 hours ago 8

loading...

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yasierli mengatakan, saat ini baru sekitar 27% pekerja di Indonesia yang punya keterampilan digital. Foto/Dok

JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan ( Menaker ) Yasierli mengatakan, saat ini baru sekitar 27% pekerja di Indonesia yang punya keterampilan digital . Angka ini jauh di bawah standar global yang mencapai 60%.

Data ini menunjukkan bahwa pergeseran lanskap dunia kerja sedang terjadi secara masif. Mengutip data LinkedIn bahwa 80% jenis pekerjaan saat ini tidak ada 20 tahun yang lalu. Bahkan diprediksi sekitar 50% pekerjaan yang ada saat ini akan menjadi tidak relevan dalam sepuluh tahun ke depan.

"Dunia kerja terus berubah seiring perubahan teknologi. Tantangan terbesar kita saat ini adalah digital skill gap. Saat ini pekerja kita yang memiliki keterampilan digital baru mencapai 27 persen, jauh di bawah standar global yang berada di angka 60 hingga 70 persen," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (25/4/2026).

Baca Juga: Kemenkominfo: Literasi Digital Penting untuk Hapus Kesenjangan Keterampilan

Namun, di balik pergeseran lanskap dunia kerja ini, Menaker menyatakan ada peluang ekonomi baru yang harus dioptimalkan oleh generasi muda seperti green economy, digital platform, dan care economy. Oleh karenanya, agar
lulusan perguruan tinggi dapat menangkap peluang-peluang pada lanskap dunia kerja baru tersebut, Menaker mengenalkan konsep Triple Readiness.

Read Entire Article
Prestasi | | | |