Dari Wonosobo, Jawa Tengah Nyatakan Perang Melawan Hoaks

4 hours ago 8

loading...

Seminar Wonosobo Melawan Hoaks di Gelanggang Olahraga Kampus Universitas Sains Alquran (NSIQ 2), Sabtu (25/4/2026). Foto: Istimewa

WONOSOBO - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah secara tegas menyatakan perang terhadap hoaks sebagai bagian dari upaya menjaga persatuan, memperkuat kepercayaan publik, dan menciptakan iklim investasi yang sehat. Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Ahmad Luthfi dalam seminar “Wonosobo Melawan Hoaks” yang digelar di Gelanggang Olahraga Kampus Universitas Sains Alquran (NSIQ 2), Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan ini diinisiasi oleh Gerakan Mantap Pilih Prabowo (GMPP) pimpinan Mantep Abdul Gani, seorang tokoh Wonosovo. Kegiatan itu menghadirkan sejumlah narasumber nasional, di antaranya Prof. Iswandi Syahputra (Guru Besar UIN Jakarta), Indra Jaya Piliang, serta Hersubeno Arief.

Dalam sambutannya, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa hoaks dan disinformasi merupakan ancaman nyata yang dapat memecah belah masyarakat serta menghambat pembangunan daerah. “Jangan biarkan masyarakat kita terpecah oleh informasi yang tidak benar. Informasi harus menjadi alat untuk membangun, bukan memecah belah,” tegasnya.

Baca juga: Golkar Beri Warning ke Gubernur Kaltim usai Didemo Warganya

Senada dengan Gubernur Ahmad Luthfi, dalam kesempatan yang sama, Koordinator Nasional GMPP Mantep Abdul Gani menegaskan bahwa perlunya stabilitas untuk membangun Wonosobo. Menurutnya, Wonosobo memiliki potensi besar untuk berkembang tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai kawasan investasi dan kota residensial.

“Wonosobo jangan hanya jadi kota destinasi wisata. Kita ingin menjadi kota investasi, tempat orang datang, tinggal, dan berkontribusi secara ekonomi,” ujarnya.

Read Entire Article
Prestasi | | | |