loading...
Harga emas dunia diprediksi melanjutkan penguatan pada pekan terakhir April 2026. FOTO/AP
JAKARTA - Harga emas dunia dan minyak mentah diprediksi melanjutkan penguatan pada pekan terakhir April 2026 di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta aksi borong besar-besaran emas oleh negara-negara BRICS. Dinamika kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) dan fluktuasi indeks dolar turut menjadi katalis volatilitas di pasar komoditas dan mata uang global.
"Iran sendiri mengatakan siap untuk perang. Artinya, minggu depan ini cukup krusial, apakah akan terjadi perang atau perdamaian di wilayah Timur Tengah, khususnya terkait Selat Hormuz," ujar pengamat pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, dalam keterangan tertulis, Minggu (26/4/2026).
Baca Juga: Harga Emas Antam Merosot Rp59.000 dalam Sepekan, Berikut Rincian Hari Ini
Ketegangan di Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi energi global telah mendorong harga minyak naik tajam dan berpotensi mempercepat tekanan inflasi dunia. Kondisi ini pada gilirannya memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai (safe haven) di pekan terakhir bulan ini.


















































