Dituduh Pindah Warganegara Singapura, Pendiri ByteDance Zhang Yiming Angkat Bicara

18 hours ago 5

loading...

Pendiri Bytedance Zhang Yiming, yang dituduh pindah warganegara Singapura. Foto: ist

CHINA - Pendiri ByteDance sekaligus orang terkaya di China Zhang Yiming membantah laporan bahwa dirinya telah memperoleh kewarganegaraan Singapura. Penegasan ini disampaikan oleh Douyin, aplikasi saudara Tiongkok dari TikTok, dalam sebuah pernyataan resmi.

Douyin menyatakan bahwa laporan yang diterbitkan oleh surat kabar berbahasa Mandarin Singapura, Lianhe Zaobao, pada Selasa lalu, yang mengklaim Zhang, 42 tahun, telah memperoleh kewarganegaraan Singapura, adalah tidak benar.

Laporan asli tersebut telah dihapus dari situs web surat kabar Singapura tersebut pada Rabu pagi, namun sempat menimbulkan kehebohan di China karena kewarganegaraan orang-orang super kaya di negara itu adalah isu sensitif.

Menurut undang-undang kewarganegaraan negara tersebut, warga negara China harus melepaskan kewarganegaraan mereka jika memperoleh kewarganegaraan dari negara lain. Singapura telah menjadi tempat berlindung yang aman bagi generasi baru individu kaya China dalam beberapa tahun terakhir karena mereka berusaha mencari jalan tengah antara China dan AS.

Menurut orang-orang yang dekat dengan miliarder China itu, Zhang memang menghabiskan sebagian besar waktunya di Singapura.

Dituduh Pindah Warganegara Singapura, Pendiri ByteDance Zhang Yiming Angkat Bicara

Zhang memang telah menyerahkan operasional perusahaan kepada teman sekamarnya di perguruan tinggi sekaligus salah satu pendiri ByteDance: Liang Rubo.

Meski demikian, Zhang tetap dipandang sebagai pengambil keputusan utama di raksasa teknologi tersebut, yang dimulai di sebuah apartemen Beijing 13 tahun yang lalu.

Menurut dokumen hukum dari TikTok tahun lalu, Zhang memiliki 21% saham di ByteDance, menjadikannya orang terkaya di China, menurut Bloomberg.

Dalam daftar orang kaya terbarunya, Forbes juga menempatkan Zhang di peringkat No 1 di China dengan kekayaan bersih pribadi sebesar USD65,5 miliar.

Sejak mengundurkan diri dari posisi CEO pada 2021, Zhang telah menjauh dari pandangan publik, tetapi kerajaan bisnisnya terus tumbuh. Dia juga dipandang sebagai tokoh kunci dalam generasi baru pengusaha teknologi China yang memiliki pengaruh global.

Zhang dijuluki sebagai salah satu dari " Fantastic Four " negara itu, bersama dengan pendiri DeepSeek Liang Wenfeng, pendiri Unitree Robotics Wang Xingxing, dan pendiri DJI Frank Wang Tao.

Keberadaan dan isu kewarganegaraan Zhang muncul pada saat nasib TikTok di AS terkatung-katung. Menurut laporan Reuters pada hari Selasa, Presiden AS Donald Trump akan mempertimbangkan proposal akhir terkait penjualan TikTok minggu ini menjelang batas waktu 5 April bagi aplikasi tersebut untuk menemukan pembeli non-China atau menghadapilarangandiAS.

(dan)

Read Entire Article
Prestasi | | | |