loading...
Pangsa dolar Amerika Serikat (AS) dalam transaksi perdagangan global kembali menguat. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Pangsa dolar Amerika Serikat (AS) dalam transaksi perdagangan global kembali menguat sebesar 51,1% pada Maret 2026. Kenaikan ini menegaskan posisi dolar AS sebagai mata uang dominan dunia di tengah ketidakpastian geopolitik global.
"Pelemahan dolar yang terjadi tahun lalu tidak serta-merta menurunkan perannya sebagai mata uang cadangan maupun basis pasar modal global," tulis tim analis JPMorgan dalam laporan riset terbaru dikutip dari Money Control, Minggu (26/4/2026).
Baca Juga: Diborong BRICS, Harga Emas Dunia Diramal Melambung Pekan Depan
Data dari Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication (SWIFT) menunjukkan pangsa dolar meningkat dari 49,2% pada Februari menjadi 51,1% pada Maret, sekaligus menjadi level tertinggi sejak perubahan metodologi pencatatan pada 2023. Lonjakan ini terjadi di tengah gejolak pasar akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.
Permintaan terhadap dolar sebagai aset lindung nilai (safe haven) meningkat seiring ketidakpastian global. Volatilitas pasar mata uang sempat melonjak selama Maret, dipicu aksi jual aset berisiko dan kenaikan harga minyak, sebelum mulai mereda seiring harapan terhadap negosiasi gencatan senjata.
Di sisi lain, euro sebagai mata uang kedua terbesar dalam transaksi global mengalami penurunan pangsa menjadi sekitar 21% dari sebelumnya 22,8%. Posisi berikutnya ditempati poundsterling Inggris, yen Jepang, yuan China, dan dolar Kanada. Pangsa yuan tercatat naik tipis menjadi 3,1%, meski masih di bawah level tertinggi yang pernah dicapai pada 2024.

















































