loading...
Elon Musk jadi triliuner pertama di dunia dengan kekayaan bersih lebih dari Rp19.706,5 triliun. Foto/Wikipedia
WASHINGTON - Elon Musk, miliarder Amerika Serikat (AS) bos SpaceX dan Tesla, telah menjadi triliuner pertama di dunia. Menurut perhitungan Forbes dan Reuters, kekayaan bersihnya akan melebihi USD1,1 triliun (lebih dari Rp19,7 kuadriliun) ketika sahamnya mulai diperdagangkan pada hari Jumat (12/6/2026).
Sebagai perbandingan, jumlah kekayaan lebih dari Rp19,7 kuadriliun (Rp19.706,5 triliun) tersebut setara dengan 73,5 kalinya anggaran program Makanan Bergizi Gratis (MBG) Indonesia yang mencapai Rp268 triliun setelah dipangkas dari rencana awal Rp335 triliun.
SpaceX dan Tesla mengumpulkan rekor USD75 miliar dalam penawaran umum perdananya pada hari Kamis, menyoroti antusiasme investor terhadap usaha bisnis Musk. Sebelum penjualan saham, Forbes memperkirakan kekayaan bersihnya sekitar USD780 miliar, jauh di atas orang terkaya berikutnya; pendiri Alphabet, Larry Page.
"Orang terkaya kedua telah berada di sekitar USD300 miliar, jadi kurang dari sepertiga dari potensi kekayaan Musk di masa depan," kata Matt Durot, wakil editor di Forbes Wealth.
"Dan hanya satu orang lain, (pendiri Oracle) Larry Ellison, yang pernah memiliki kekayaan USD400 miliar," katanya lagi.
Sebagian besar kekayaan Musk sekarang berada di SpaceX, di mana dia memegang saham senilai sekitar USD866 miliar. Bersama dengan Tesla dan seluruh asetnya yang lain, kekayaan bersihnya akan melebihi USD1,1 triliun ketika sahamnya mulai diperdagangkan pada hari Jumat, menurut perhitungan Forbes dan Reuters berdasarkan pengajuan perusahaan.
Musk menjadi nama yang dikenal luas melalui Tesla (TSLA.O), dan SpaceX sebelum memperluas pengaruhnya dengan akuisisi platform media sosial Twitter—yang kini bernama X—senilai USD44 miliar pada tahun 2022. Kesepakatan itu memberinya saluran langsung ke ratusan juta pengguna dan menjadikannya suara terkemuka dalam berbagai isu, mulai dari politik dan imigrasi hingga pengeluaran pemerintah dan kebebasan berbicara.
Langkahnya ke dunia politik, khususnya perannya di Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) Presiden AS Donald Trump tahun lalu, telah menjadi salah satu usahanya yang paling kontroversial. Dampak politiknya bertepatan dengan melemahnya penjualan Tesla di beberapa pasar internasional pada tahun 2025 karena protes dan boikot konsumen menargetkan produsen kendaraan listrik tersebut.
The Elon Premium
Elon Musk (54) lahir di Pretoria, Afrika Selatan, dari ibu berkebangsaan Kanada dan ayah berkebangsaan Afrika Selatan. Dia kuliah di Universitas Pennsylvania, lulus pada tahun 1997.


















































