loading...
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan, peluncuran lima jilid buku sejarah nasional jamin kebebasan akademik dan bebas intervensi. Foto/istimewa
JAKARTA - Kementerian Kebudayaan memastikan peluncuran lima jilid pertama seri buku Sejarah Indonesia : Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global, bebas dari intervensi pemerintah serta menjamin kebebasan akademik para sejarawan. Peluncuran ini mengakhiri penantian hampir dua dekade atas pemutakhiran penulisan sejarah nasional Indonesia.
Pemerintah menegaskan peran negara dalam pemutakhiran historiografi ini murni sebatas fasilitator, tanpa campur tangan terhadap materi penyusunan maupun penafsiran sudut pandang sejarah.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan kementerian yang dipimpinnya sengaja menarik diri dari proses teknis penulisan demi menjaga integritas ilmiah dan objektivitas hasil penelitian para ahli. Dalam penyusunan buku ini, Kementerian Kebudayaan hanya bertindak sebagai fasilitator.
Baca juga: Kemenbud Luncurkan Buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global
“Substansi, metodologi, dan narasi sepenuhnya diserahkan kepada para sejarawan yang tergabung dalam tim penyusun. Bahkan satu lembar pun naskahnya tidak kami ubah, karena ini sepenuhnya karya ilmiah dan wujud kebebasan akademik para ahli," tegas Fadli Zon di Jakarta, Kamis (3/9/2026).


















































