loading...
Mentan), Andi Amran Sulaiman sebelumnya menegaskan pemerintah telah mengantisipasi berbagai potensi gejolak global melalui penguatan produksi, peningkatan cadangan pangan, serta langkah strategis menjaga stabilitas pasokan nasional. Foto/Dok
JAKARTA - Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia ( FAO ) mengingatkan risiko krisis pangan global akibat meningkatnya ketegangan geopolitik dan potensi gangguan rantai pasok dunia. Di tengah situasi tersebut, Indonesia justru memperkuat posisi sebagai negara dengan ketahanan pangan yang semakin kokoh dan siap mengambil peran sebagai pemasok pangan dunia.
Kepala Ekonom FAO, Maximo Torero dalam pernyataannya pada podcast FAO pada 18 Mei 2026 mengingatkan bahwa potensi penutupan Selat Hormuz bukan sekadar gangguan sementara pada jalur perdagangan internasional, melainkan dapat berkembang menjadi guncangan sistemik terhadap sektor pangan dan pertanian global. Menurutnya, negara-negara perlu memperkuat kapasitas pangannya agar lebih tahan menghadapi berbagai hambatan global.
“Saatnya telah tiba untuk mulai berpikir serius tentang bagaimana meningkatkan kapasitas pangan negara-negara, bagaimana meningkatkan ketahanan mereka terhadap hambatan ini,” ujar Maximo Torero.
Baca Juga: Indonesia Catat Surplus Beras Tertinggi, AS Dihantam Krisis Pangan
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman sebelumnya menegaskan pemerintah telah mengantisipasi berbagai potensi gejolak global melalui penguatan produksi, peningkatan cadangan pangan , serta langkah strategis menjaga stabilitas pasokan nasional.
“Pangan kita siap menghadapi berbagai kondisi terburuk, mulai dari El Nino, La Nina, hingga dinamika geopolitik global. Pertanian kita insya Allah tetap aman,” tegas Mentan Amran.
Menurut Mentan Amran, kondisi pangan nasional saat ini berada pada posisi yang relatif kuat karena produksi berada di atas kebutuhan konsumsi nasional. Baca Juga: FAO Peringatkan Penutupan Selat Hormuz Bisa Picu Krisis Harga Pangan Global dalam Setahun
“Produksi beras kita berkisar antara 2,6 sampai 5,7 juta ton per bulan, sementara kebutuhan nasional sekitar 2,5 juta ton per bulan. Artinya produksi kita berada di atas konsumsi. Jadi pangan aman, masyarakat tidak perlu risau,” ujar Mentan Amran di Kementerian Pertanian, Jakarta.

































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489013/original/017536600_1769776656-WhatsApp_Image_2026-01-28_at_1.40.19_PM.jpeg)
















