loading...
Adil Semeykhanuly, editor bahasa Kazakh dilaporkan dijatuhi hukuman 6,5 tahun penjara di Xinjiang, China. Dia dituduh memberikan interpretasi negatif terhadap puisi Abai Kunanbaev. Foto/Bitter Winter
JAKARTA - Seorang editor bahasa Kazakh sekaligus peneliti budaya, Adil Semeykhanuly, dilaporkan dijatuhi hukuman 6,5 tahun penjara di wilayah Xinjiang, China, setelah lebih dari satu tahun mengalami penahanan dan tahanan rumah. Informasi ini dilaporkan sejumlah media berbahasa Kazakh serta rekan-rekan yang mengetahui kasus tersebut.
Dikutip dari Bitter Winter, Rabu (11/3/2026), para kolega dekatnya mengatakan bahwa Semeykhanuly dijatuhi hukuman 6,5 tahun penjara atas tuduhan memberikan “interpretasi negatif” terhadap puisi karya penyair Kazakh terkenal Abai Kunanbaev (1845–1904).
Baca Juga: China Diduga Tekan Universitas Inggris agar Hentikan Riset soal Xinjiang
Semeykhanuly dikenal sebagai editor lama di surat kabar “Шынжаң (Shynzhan)" serta seorang peneliti yang diakui dalam kajian pemikiran Abai.
Dia pertama kali ditahan pada Januari 2024. Sumber keluarga menyebutkan dia menjalani penahanan selama sekitar tujuh hingga delapan bulan sebelum akhirnya dipindahkan ke tahanan rumah karena kurangnya bukti.
Namun pada 20 Agustus 2025, Semeykhanuly dilaporkan dijatuhi hukuman penjara setelah didakwa “menyebarkan interpretasi negatif terhadap ajaran Abai” serta “membentuk opini publik yang terpisah.” Para pengamat menilai tuduhan tersebut bersifat luas dan tidak jelas secara politik.
Penangkapan Intelektual Kazakh Lainnya
Media Kazakh juga melaporkan bahwa empat intelektual Kazakh lain yang bekerja dalam lingkungan media yang sama turut ditangkap dan dijatuhi hukuman.
Mereka adalah:
•Tegis Zäybekuly, Wakil Editor Departemen Editorial Kazakh, ditangkap pada Oktober 2024. Lama hukumannya belum diketahui.
•Murat Ybyraiuly, penerjemah sekaligus reporter, ditangkap pada Agustus 2023 dan dijatuhi hukuman 5,5 tahun penjara.


















































