Garda Revolusi Iran Ancam Ubah Geografi Perang jika Diserang Lagi

3 hours ago 4

loading...

Anggota Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) berpartisipasi dalam latihan militer yang bertujuan meningkatkan kemampuan tempur di Provinsi Teheran, Iran, pada 12 Mei 2026. Foto/irgc/anadolu

TEHERAN - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan Teheran akan mengubah persenjataan dan "geografi perang" jika Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan baru terhadap negara tersebut. Juru bicara IRGC, Hossein Mohibi, menyampaikan pernyataan tersebut dalam program televisi pada Minggu malam (20/9/2026) saat membahas berbagai isu terkini.

"Jika serangan baru terjadi, operasi pertahanan dan ofensif kami akan berubah secara signifikan. Kami akan mengubah persenjataan dan geografi perang, serta mengerahkan kemampuan dan kapasitas baru ke medan laga. Dunia akan terkejut," ujar Mohibi.

Dia menjelaskan, "Target kami bukan lagi target yang sama seperti sebelumnya. Kami telah mengidentifikasi target-target baru yang belum pernah diserang."

"Iran siap menghadapi perang jangka panjang, dan menurut pandangan kami, perang memiliki tahapan-tahapan yang berbeda. Perang tidak berakhir begitu saja, melainkan terus berlanjut. IRGC sebelumnya sudah siap untuk perang, dan kini kami bahkan lebih siap lagi," tambah Mohibi.

Ia mencatat IRGC tidak menjalin komunikasi dengan AS dan angkatan bersenjata Iran tidak melakukan diplomasi. “Misi utama militer adalah mempertahankan negara,” kata Mohibi.

Ia juga mengklaim dominasi AS di kawasan tersebut telah berakhir, dan Iran—bukan Washington—yang sedang membentuk tatanan baru di kawasan itu.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS terkait Selat Hormuz. Kedua negara masih berselisih mengenai navigasi di jalur perairan strategis yang menjadi jalur bagi sekitar seperlima konsumsi minyak global sebelum perang pecah.

Read Entire Article
Prestasi | | | |