loading...
Langkah Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan pemahaman mendalam terkait dengan proxy war. Foto/istimewa
JAKARTA - Langkah Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan pemahaman mendalam terkait dengan proxy war. Sebab proxy war saat ini bukan sekadar perebutan wilayah fisik, melainkan penguasaan urat nadi kehidupan, yaitu Energi, Air, dan Jalur Logistik.
Pemerhati Geopolitik dan Geostrategi, Bungas T Fernando Duling menyoroti navigasi geopolitik Indonesia yang kini fokus pada penguatan domestik sebagai benteng pertahanan ekonomi. Fernando menyatakan, langkah Presiden yang tetap berpijak pada Dasasila Bandung di tengah gesekan blok Amerika Serikat dan RRC bukanlah sekadar romantisme sejarah.
Secara literatur, kata Fernando ini merupakan penerapan strategic autonomy. Di era di mana proteksionisme global meningkat, Indonesia mengambil posisi sebagai penyeimbang yang mandiri.
Baca juga: Presiden Prabowo: Dunia Sekarang Penuh Ketidakpastian, Bahkan Bahaya
"Indonesia sadar bahwa menjadi pengikut salah satu blok hanya akan menjadikan sumber daya nasional sebagai bahan bakar bagi kemajuan negara lain. Penguatan domestik adalah jawaban atas ancaman ketergantungan global," katanya, Rabu (11/3/2026).


















































