loading...
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) menghadiri acara Tadarus Budaya bertajuk Menyambut Nuzulul Quran dengan Cinta dan Doa Bersama untuk Iran. Foto: Istimewa
JAKARTA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) menekankan soal esensi dari peringatan Nuzulul Qur’an yang disebutnya tak hanya sekadar seremonial, melainkan panggilan keadilan untuk masyakarakat. Hal itu disampaikan Gus Muhaimin saat menghadiri acara Tadarus Budaya bertajuk "Menyambut Nuzulul Qur'an dengan Cinta dan Doa Bersama untuk Iran" yang diselenggarakan oleh DKP Panji Bangsa di Deheng House, Jakarta Selatan, Selasa (10/3/2016).
Gus Muhaimin mengapresiasi langkah Panji Bangsa yang mengemas tadarus dalam bingkai budaya. Menurutnya, budaya adalah manifestasi dari kreativitas manusia untuk menciptakan keadaan yang lebih baik di tengah tantangan nasional maupun global yang semakin kompleks.
"Tadarus budaya ini adalah sub dari tadarus Al-Qur'an yang unggul dan lengkap. Budaya menuntut kita untuk berkreasi, menghadirkan, dan berbuat guna menjadikan keadaan lebih baik," ujarnya di hadapan para kader dan budayawan yang hadir.
Baca juga: Prabowo Ungkap Banyak Pemimpin Besar Tidak Lancar Jaga Perdamaian


















































