Industri Tekstil Kena Efek Perang, Harga Bahan Baku Melonjak 40%

8 hours ago 13

loading...

Industri tekstil dan produk tekstil kian tertekan harga bahan baku akibat konflik Timur Tengah. Foto/Dok

JAKARTA - Industri tekstil dan produk tekstil kian tertekan harga bahan baku akibat konflik Timur Tengah yang mengerek harga minyak dunia sepanjang perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran. Dampaknya terjadi pula inflasi harga bahan baku produk tekstil untuk sektor hulu.

Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawasta menerangkan bahwa harga paraxylene yang merupakan bahan baku utama polyester saat ini sudah berada di level USD1.300 per ton atau naik sekitar 40% sejak dua minggu yang lalu.

Meski begitu, dia menjelaskan soal kenaikan harga ini belum sepenuhnya sampai ke industri hilir. Efek berantai yang disebabkan kenaikan harga bahan baku tekstil ini akan berimbas secara bertahap hingga tiga pekan ke depan.

Baca Juga: Industri Tekstil Kurang Happy dengan Tarif Ekspor 0% ke AS, Ini Alasannya

“Dalam 1 minggu ke depan, kenaikan harga ini akan terdistribusi ke produsen kain dan 2 minggu berikutnya akan terdistribusi ke sektor pakaian jadi” ujar Redma, Selasa (7/4/2026).

Read Entire Article
Prestasi | | | |