Ini Alasan Mengapa Pria Jarang Bercerita Saat Stres dan Depresi

7 hours ago 2

loading...

Stres dan depresi merupakan hal lumrah yang bisa saja dialami semua orang baik laki-laki maupun perempuan. Foto/Rehabblog.

JAKARTA - Stres dan depresi merupakan hal lumrah yang bisa saja dialami semua orang baik laki-laki maupun perempuan. Namun terdapat beberapa perbedaan signifikan yang dapat dilihat antara laki-laki dan perempuan saat mengalami stres dan depresi.

Melansir dari Psychologi Today, perbedaan itu dimungkinkan terjadi akibat kimia otak, hormon dan pengalaman hidup yang berbeda antara perempuan dan laki-laki.

Perbedaan tersebut berasal dari peran laki-laki dalam konteks tradisional yang menghambat dirinya dalam mengekspresikan emosi dan lebih mendorong kepada kesuksesan, kekuasaan dan persaingan.

Baca juga: Waduh! Lebih dari 700 Ribu Anak Indonesia Terdeteksi Cemas dan Depresi

Hal tersebut juga yang membuat laki-laki akhirnya cenderung jarang bercerita saat mengalami stres dan depresi. Hingga akhirnya kondisi tersebut sulit bahkan tidak bisa didiagnosis secara langsung.

Selain karena konteks tradisional yang terkesan membatasi ekspresi emosi laki-laki, hal lainnya yang membuat laki-laki jarang bercerita saat mengalami stres dan depresi adalah tekanan yang dihadapi serta stigma maskulinitas yag sangat melekat.

Seperti sikap tegar, kuat atau menahan diri yang akhirnya membuat bercerita saat depresi dianggap bentuk kelemahan. Selain itu, hal lainnya yang cukup berpengaruh adalah budaya, peran sebagai ayah, ras, status sosial dan status ekonomi.

Read Entire Article
Prestasi | | | |