loading...
Kapal melintasi Selat Hormuz. Foto/anadolu
TEHERAN - Iran telah setuju membangun ‘saluran komunikasi langsung’ dengan AS dan negara-negara lain untuk “mencegah dan menyelesaikan kesalahpahaman apa pun” yang melibatkan kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Pernyataan itu diungkap Kepala Negosiator Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.
Selat tersebut selanjutnya akan “dikelola di bawah pengaturan Iran” dan “tidak akan pernah kembali seperti sebelum perang,” kata Ghalibaf pada hari Senin, setelah kembali dari putaran pertama pembicaraan dengan AS di Swiss.
“Masalah dapat muncul di Selat Hormuz, jadi kami setuju untuk membangun pusat dan jalur komunikasi sehingga jika masalah terjadi, kita dapat menyelesaikannya lebih cepat dalam jangka waktu 30 hari,” ungkap Ghalibaf seperti dikutip kantor berita Mehr.
Jalur komunikasi tersebut tidak akan digunakan untuk mendapatkan izin Iran untuk melintasi jalur air tersebut, tambahnya, mengatakan prosedur perizinan akan tetap terpisah.
Sebaliknya, jalur tersebut akan berfungsi sebagai mekanisme untuk menyelesaikan masalah yang melibatkan kapal dan mengklarifikasi potensi insiden.


















































