loading...
Kapal tanker melintasi Selat Hormuz. Foto/anadolu
TEHERAN - Iran dan Oman telah sepakat membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz. Kesepakatan ini masih harus disetujui Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran. Kabar itu dilaporkan saluran berita Al-Hadath pada hari Kamis, mengutip sumber pejabat tinggi.
Kesepakatan tersebut akan berlaku selama 60 hari. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran sebelumnya mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga campur tangan Amerika Serikat di kawasan tersebut berakhir, seraya menegaskan tidak ada kapal yang diizinkan melintas.
Pada malam menjelang tanggal 18 Juni, Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman yang bertujuan mengakhiri konflik yang telah berlangsung sejak 28 Februari.
Namun, sejak 8 Juli, pasukan AS telah melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan serangan-serangan tersebut merupakan respons terhadap tindakan Iran yang menargetkan kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Sementara itu, UKMTO mengeluarkan peringatan "SERANGAN" setelah menerima laporan susulan mengenai insiden yang terjadi 9 mil laut di tenggara Kumzar, Oman.


















































