loading...
Kapal tanker berbendera Iran, 30 Januari 2021. Foto/penjaga pantai RI/Anadolu Agency
TEHERAN - Iran tidak akan mengizinkan siapa pun mengekspor minyak dari Timur Tengah jika negara itu sendiri tidak mampu melakukannya. Pernyataan tegas itu diungkap Wakil Presiden Iran untuk Optimalisasi dan Manajemen Strategis Urusan Energi, Esmaeil Saqqab Esfahani, pada hari Jumat (24/4/2026).
Pada hari Rabu, anggota Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran, Ali Khezrian, mengatakan Iran terus mengekspor minyak terlepas dari blokade maritim AS, dengan volume yang meningkat dibandingkan dengan tingkat sebelum perang.
"Jika kita tidak dapat mengekspor bahkan satu barel minyak pun, tidak ada barel minyak di wilayah tersebut yang akan diekspor. Jika bahkan satu warga negara kita kehilangan akses ke listrik karena kebodohan musuh, maka sepuluh orang yang tinggal di wilayah tersebut akan kehilangan akses listrik," kata Esfahani seperti dikutip oleh kantor pers pemerintah Iran.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu.
Pembicaraan selanjutnya di Islamabad berakhir tanpa kesimpulan. Meskipun tidak ada pengumuman dimulainya kembali permusuhan, Amerika Serikat memulai blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Baca juga: Netanyahu Akui Terkena Kanker Prostat setelah Tumor Ganasnya Diangkat
(sya)


















































