Israel Ketakutan dengan 400 Kg Uranium Iran, Bisa untuk Membuat 11 Bom Nuklir

6 hours ago 12

loading...

Perwira militer Israel menyuarakan ketakutannya pada 400 kg uranium yang diperkaya milik Iran. Stok uranium itu bisa untuk membuat 11 bom nuklir jika diperkaya lebih lanjut. Foto/IDF

TEL AVIV - Seorang perwira militer senior Israel menyuarakan ketakutannya pada keberadaan lebih dari 400 kg uranium yang diperkaya tinggi milik Iran. Dia bahkan berpendapat perang Amerika-Serikat (AS)-Israel melawan Iran akan menjadi kegagalan besar jika uranium misterius itu tidak dikeluarkan dari republik Islam.

Para pejabat Zionis Israel sebelumnya mengatakan bahwa stok uranium itu cukup untuk membuat 11 bom nuklir jika diperkaya lebih lanjut. Iran telah lama menyatakan bahwa programnya bersifat damai, meskipun memperkaya uranium hingga mendekati tingkat senjata nuklir.

Baca Juga: Pakar Peringatkan AS Tak Gegabah Serang Iran dengan Rudal Hipersonik Dark Eagle, Ini 3 Alasannya

Perwira senior tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim dalam pengerahan kepada wartawan, mengatakan bahwa jika, dalam negosiasi yang sedang berlangsung antara AS dan Iran, tidak ada kesepakatan yang tercapai untuk mengeluarkan persediaan uranium dan menghentikan pengayaan di negara Islam itu, pencapaian dari 40 hari pertempuran akan sia-sia.

“Jika tujuan nuklir tidak tercapai, maka semua yang telah kita lakukan di Iran akan menjadi kegagalan besar. Rezim Iran yang jahat dapat memanfaatkan program nuklir,” kata perwira tersebut, seperti dikutip dari Times of Israel, Minggu (3/5/2026).

"Jika uranium dikeluarkan dari Iran melalui jalur diplomatik, kita telah melakukan bagian kita," ujarnya. Namun, imbuh dia, jika itu tidak terjadi, Israel perlu meluncurkan operasi lain di Iran untuk mencapai tujuan tersebut.

Selama kunjungan baru-baru ini ke Lebanon selatan, Kepala Staf Militer Israel (IDF) Letnan Jenderal Eyal Zamir mengatakan, “Setiap [tujuan] yang ditetapkan oleh eselon politik untuk kita terkait kampanye saat ini di Iran dan Lebanon telah tercapai dan bahkan melampaui itu.”

Read Entire Article
Prestasi | | | |