loading...
Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyyah Sukorejo, Asembagus Situbondo yang juga Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy atau Ra Azaim meminta supaya NU merangkul semua kadernya. Foto/istimewa
SITUBONDO - Jelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) harus menjadi rumah bersama. Hal itu merupakan pesan masyayikh NU dan pesantren serta amanat awal pendirian jam’iyyah Nahdlatul Ulama oleh kiai-kiai besar kharismatik dari pesantren di Indonesia.
Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyyah Sukorejo, Asembagus Situbondo yang juga Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy atau Ra Azaim meminta supaya NU merangkul semua kadernya. Hal ini disampaikannya dalam obrolan saat menerima kunjungan silaturahmi KH Abdussalam Shohib (Gus Salam), di kediamannya.
“Ra Azaim meminta agar NU ke depan merangkul semua potensi yang dimiliki kader-kader NU,” kata pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan KH Mas Cholil Nawawi yang turut mendampingi Gus Salam, Kamis (14/5/2026).
Baca juga: Muktamar ke-35 NU: Menghitung Fakta Pemilik Suara
Menurut Mas Cholil, permintaan itu menggambarkan agar PBNU ke depan berorientasi untuk merangkul dan menyatukan kader-kader potensial dalam khidmah demi kemashlahatan umat. Dan, dalam konteks ini, agar menghindari ketegangan dan konflik kepentingan dalam penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU, nanti.










































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488567/original/072826400_1769757219-0E6A5552-01.jpeg)





