loading...
Petugas berusaha mengevakuasi bangkai kereta dengan alat berat di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026). Foto: Yudistiro Pranoto
JAKARTA - Polisi menaikkan kasus kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur ke tahap penyidikan. Peningkatan status penyelidikan ke penyidikan itu dilakukan setelah penyidik mengumpulkan sejumlah alat bukti awal.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengungkapkan bahwa sejumlah saksi juga sudah dimintai keterangan. “Perkara ini sudah naik ke tahap penyidikan. Kami telah melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara, red), pemeriksaan saksi, serta pengumpulan barang bukti termasuk CCTV," kata Budi kepada wartawan, Kamis (30/4/2026).
Polisi sudah memeriksa 24 orang saksi untuk mendalami kasus tersebut. Polisi juga masih memeriksa tujuh orang lainnya mulai dari petugas pusat pengendali perjalanan kereta (Pusdalops), PPKA, petugas sinyal, masinis KRL, masinis KA Argo Bromo Anggrek, asisten masinis, hingga pengendali perjalanan.

“Pemeriksaan masih berlangsung di Manggarai. Total saksi yang sudah diperiksa 24 orang, dan hari ini ada tambahan tujuh orang yang dimintai keterangan," tuturnya.
Polda Metro Jaya menggandeng tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri untuk mendalami penyebab kecelakaan. Salah satu yang ditelusuri adalah kemungkinan adanya gangguan teknis, termasuk pengaruh sistem kelistrikan atau sinyal di lokasi kejadian.


















































