KATAMATAKU UI Perkuat Kader Posyandu dan Atasi Stunting di Tangerang

3 hours ago 5

loading...

Tim KATAMATAKU UI menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Intervensi Berbasis Komunitas untuk Deteksi Dini Stunting dan Peningkatan Kesehatan Balita melalui Penguatan Kader Posyandu di Sitanala Tangerang. Foto/Dok. SindoNews

TANGERANG - Tim KATAMATAKU Universitas Indonesia (UI) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk "Intervensi Berbasis Komunitas untuk Deteksi Dini Stunting dan Peningkatan Kesehatan Balita melalui Penguatan Kader Posyandu di Sitanala Tangerang". Kegiatan yang berlangsung di Posyandu Kuntum Mekar, Kelurahan Karangsari, Kota Tangerang ini didukung penuh oleh Hibah Pengabdian Masyarakat Dosen Universitas Indonesia 2026.

Kawasan Sitanala dipilih karena rekam jejaknya sebagai daerah endemis kusta yang sebelumnya menjadi wilayah binaan KATAMATAKU UI. Memanfaatkan fondasi hubungan komunitas yang telah terbangun, program kali ini meluas untuk menangani isu kesehatan prioritas nasional, yaitu penanggulangan stunting .

Pada skrining kesehatan 2024 terhadap 124 balita, ditemukan 31 balita (25%) mengalami stunting, sedikit lebih tinggi dibandingkan prevalensi di Provinsi Banten. Hasil tersebut menunjukkan bahwa stunting masih menjadi masalah kesehatan yang memerlukan intervensi berkelanjutan di wilayah tersebut.Baca juga: 1 dari 5 Anak Indonesia Stunting, Dampaknya Bisa Ganggu Kecerdasan dan Prestasi

Ketua Tim KATAMATAKU UI Prof Yunia Irawati mengatakan, pengabdian masyarakat ini merupakan bentuk sinergi strategis antara KATAMATAKU UI, Puskesmas Neglasari, Pemerintah Kecamatan Neglasari, serta berbagai mitra lokal. ”Tujuannya meningkatkan akses layanan kesehatan, memberikan edukasi gizi, serta memperkuat kapasitas tenaga medis dan kader kesehatan daerah dalam memerangi stunting,” katanya, Selasa (22/9/2026).

"Melalui pendekatan berbasis komunitas dan penguatan kapasitas kader Posyandu, kami berharap upaya deteksi dini dan intervensi kesehatan balita di wilayah Sitanala dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan," ujar Dr Titis Prawitasari, SpA(K), konsultan nutrisi dan penyakit metabolik anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), mewakili Tim KATAMATAKU UI.

Pengabdian masyarakat ini dilakukan serangkaian kegiatan berupa evaluasi dan edukasi tenaga kesehatan kader kesehatan, pemeriksaan komprehensif multidisiplin, dan pemberian makanan tambahan (PMT) balita. Sebelumnya telah dilakukan kegiatan pendahulu berupa “Lomba kreasi makanan pendamping asi dan makanan balita” sekaligus edukasi gizi bagi kader kesehatan pada 24 Agustus 2026.

Dalam kegiatan ini, tim ahli menggelar serangkaian pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh bagi balita, ibu hamil, dan ibu balita, yang meliputi, pertama, Pemeriksaan Antropometri. Pengukuran tumbuh kembang balita oleh kader kesehatan setempat di bawah supervisi Tim Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI.

Read Entire Article
Prestasi | | | |