Kebijakan Trump Dinilai Kacau Balau, Ini 3 Pemicu Partai Republik Akan Mengalami Kekalahan Besar

9 hours ago 14

loading...

Partai Republik akan mengalami kekalahan besar. Foto/X/White House

WASHINGTON - Para ahli strategi Partai Republik AS dilaporkan khawatir mengenai kinerja partai dalam pemilihan umum sela bulan November, di tengah kegagalan Presiden Donald Trump dalam memenuhi janji kampanyenya untuk meredam inflasi dan menjauhkan negara dari perang di luar negeri.

Bloomberg melaporkan pada hari Sabtu bahwa beberapa ahli strategi mengatakan partai mereka berisiko kehilangan kendali atas kedua majelis Kongres, karena jajak pendapat menunjukkan meningkatnya frustrasi pemilih terhadap perang ilegal melawan Iran, serta tingginya harga bahan bakar dan inflasi yang sulit dikendalikan.

Amy Walter, editor Cook Political Report yang bersifat nonpartisan, membandingkan pemilu sela mendatang dengan pemilu tahun 2006, ketika perang Irak yang semakin tidak populer menyebabkan kekalahan signifikan bagi Partai Republik dalam pemilu sela saat itu.

"Ini adalah masalah yang merugikan bagi Partai Republik karena hal itu bertolak belakang dengan kekuatan Trump — dia adalah sosok yang digadang-gadang akan menurunkan harga dan menjauhkan kita dari perang tanpa akhir di Timur Tengah," tambahnya. "Bagi banyak orang yang memilihnya, muncul rasa bingung dan kecewa."

Pemilihan umum sela AS tahun 2026 akan diselenggarakan pada 3 November, dengan memperebutkan 435 kursi DPR dan 35 dari 100 kursi Senat.

Menjelang pemilihan umum, jajak pendapat menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap Trump telah merosot ke titik terendah sepanjang masa kepresidenannya.

Survei terbaru Ipsos-Reuters menemukan bahwa 63 persen warga Amerika tidak menyetujui cara presiden menangani agresi terhadap Iran, sementara hanya 25 persen yang menyetujuinya.

Read Entire Article
Prestasi | | | |