Kepala BPOM Paparkan Neuroleadership dan AI di Tsinghua University China

3 hours ago 4

loading...

Kepala BPOM Taruna Ikrar (tengah) saat kunjungan ke Tsinghua University, China menyatakan mengatakan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dapat mempercepat proses penemuan dan pengembangan obat. Foto/Ist

BEIJING - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengatakan pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dapat mempercepat proses penemuan dan pengembangan obat. Selain itu meningkatkan efisiensi dalam pengawasan.

“Dengan menggunakan AI, proses pengujian obat dapat dilakukan lebih cepat, misalnya melalui uji praklinis dan simulasi. Dengan demikian, proses penemuan obat dapat dipercepat,” kata Taruna Ikrar di Beijing, China, Senin (21/9/2026).

Baca juga: AI Makin Berperan dalam Penemuan Obat, Bisa Pangkas Waktu Riset hingga Uji Klinis

Taruna berada di Beijing untuk bertemu dengan sejumlah mitra, termasuk National Medical Products Administration (NMPA) atau otoritas pengawas obat dan makanan China, serta menjadi pembicara dalam seminar kesehatan yang diselenggarakan Tsinghua University dan bertemu dengan pelaku industri medis.

Ia menjelaskan, pengembangan obat baru merupakan proses panjang dan bertahap yang meliputi identifikasi molekul awal atau hit molecule, validasi molekul, pemilihan kandidat obat, uji praklinis in vitro dan in vivo, hingga uji klinis fase I sampai III pada manusia serta tahapan lainnya.

Menurut dia, AI dapat dimanfaatkan pada berbagai tahapan tersebut, antara lain untuk membantu mendeteksi dan menganalisis partikel, protein, reseptor, serta melakukan simulasi yang membutuhkan pengolahan data dalam jumlah besar.

Read Entire Article
Prestasi | | | |